Desain Atap Rumah Minimalis Modern

Thursday, August 14th 2014. | Desain Rumah

Desain atap rumah minimalis. Sebuah desain bangunan rumah dapat mencerminkan bagaimana karakter atau kepribadian Anda. Hal tersebut dapat ditunjukkan oleh desain bentuk bangunan, pemilihan warna cat dan pemeliharaan rumah. Gaya hidup manusia modern pada umumnya lebih mengutamakan kepraktisan dan keefektifan ditengah kesibukan yang mereka jalani.

Desain rumah minimalis menjadi salah satu bentuk seni desain rumah yang paling populer dan banyak diminati ditengah pergulatan masyarakat urban dengan segala aktifitasnya. Desain yang sederhana dan lebih mengutamakan fungsionalis dari setiap sisi bangunan rumah. Disamping fungsi utama sebagai hunian yang nyaman dan elegan, dengan semakin berkembangnya waktu keindahan dalam desain rumah minimalis pun menjadi satu bagian penting. Setiap detail dari bangunan rumah minimalis, memiliki nilai estetika tersendiri. Tetapi, secara keseluruhan tetap tidak bisa meninggalkan karakter utama yang ingin ditonjolkan oleh sang arsitek ataupun pemilik rumah.

Salah satu bagian penting dalam sebuah bangunan, atap merupakan bagian penting dari bangunan rumah yang harus ada. Fungsi atap sebagai pelindung sebuah bangunan rumah yang dapat melindungi para penghuninya dari terpaan panas matahari yang menyengat dan derasnya hujan. Prinsip atap adalah seperti payung. Jadi, atap merupakan bagian utama dari rumah minimalis yang tidak bisa diabaikan dan harus diperhatikan dengan cermat dalam pemilihan desain dan pembuatannya.

Desain Atap Rumah Minimalis Miring

Desain Atap Rumah Minimalis Unik

Atap Miring Unik

Beberapa hal berikut harus Anda perhatikan dalam pemilihan desain atap yang tepat untuk bangunan rumah minimalis Anda.

1. Sesuaikan Kondisi di sekitar rumah Anda

Hal utama dalam pemilihan desain atap rumah minimalis ini adalah sesuaikan dengan kondisi di sekitar rumah Anda. Salah satunya adalah iklim atau musim yang ada di Indonesia. Kondisi Indonseia dengan iklim tropisnya menjadikan ada dua musim terjadi di Indonesia, yakni musim penghujan dan kemarau secara bergantian. Kedua musim ini berpengaruh besar pada kondisi rumah minimalis Anda, khususnya atap. Desain atap rumah minimalis Anda harus dapat mengatasi berbagai masalah yang ditimbulkan dari kedua musim ini, agar dapat menciptakan suasana nyaman dan aman.

Fungsi atap sebagai payung yang dapat melindungi dari hujan dan paparan panas matahari harus dapat maksimal. Oleh karena itu pilihlah jenis atap yang dapat mengurangi resiko kebocoran pada atap rumah. Siasati hal ini dengan memilih desain atap yang memiliki kemiringan atap yang tepat dan kontruksi rangka atap yang cermat. Untuk menciptakan suasana segar dan sehat, pilihlah desain atap yang mampu menimbulkan sirkulasi udara yang yang baik.

2. Kombinasikan bentuk atap dengan tepat dan cermat

Dalam desain rumah minimalis tidak ada patokan jenis atap untuk rumah minimalis Anda dan tidak harus selalu simetris. Anda bisa mengkombinasikan dari beberapa jenis atap tersebut dengan pertimbangan dan perhitungan yang tepat. .

Ada beberapa jenis atap yang dapat dipilih untuk Anda terapkan pada desain rumah minimalis Anda. Masing-masing jenis atap ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini sedikit gambaran mengenai jenis-jenis atap tersebut.

Contoh Desain Atap Rumah Minimalis


1.Atap Limas.

Jenis atap yang satu ini merupakan desain atap konvensional yang banyak dijumpai di Indonesia, terutama pada bangunan rumah tradisional dan beberapa rumah adat. Bentuknya merupakan gabungan dari empat buah segitiga dan meruncing pada bagian atasnya, seperti bangunan piraminda. Bentuk tepi bawah dari atap ini berbentuk segiempat. Bentuk atap ini cocok untuk desain rumah yang tidak memiliki lahan yang terlalu luas dan sederhana.

Kelebihannya jika terjadi hujan, air akan lebih mudah dan cepat mengalir ke bawah, karena bentuknya yang runcing. Sirkulasi udara juga akan lebih efektif untuk mereduksi panas dari luar, karena sudut-sudutnya yang besar. bentuknya yang memiliki luas bidang yang sama dan rata membuat setiap sisi permukaan dinding dapat terlindungi sempurna. selain itu juga memudahkan pemasangan talang air pada tepi bawah atap limas ini, karena berbentuk segiempat.

Kontruksi rangka atap yang rumit menjadi titik lemah jenis atap limas ini. Selain membutuhkan biaya yang besar, hal ini juga mengakibatkan tidak berfungsinya ruang pada bagian bawah atap ini. Sehingga jenis atap limas ini sangat sulit dikombinasikan dengan jenis atap lainnya.

2. Atap Miring

Jenis atap ini lahir atas kejenuhan dengan desain atap yang ada dan menjadi tren desain atap pada masa kini. Bentuknya yang sederhana sehingga menimbulkan kesan rumah minimalis dan modern. Bentuknya seperti bidang datar yang dimiringkan pada salah satu bagian dan bertumpu pada dinding. Pemasangan kaca disini menjadi catatan penting, untuk memaksimalkan pencahayaan dan menghemat listrik. Kesan yang lebih luas dapat dihasilkan dari atap jenis ini, karena terciptanya ruang yag tercipta antara atap dan dinding. Selain hemat listrik, beaya bangun rumah pun semakin hemat karena pengggunaan rangka yang sedikit.

Kekurangan dari desain atap ini salah satunya karena pemasangan elemen kaca sebagai pencahayaan alami. Oleh karena itu, hindari pemasangan elemen kaca yang menghadap ke barat. Hal ini dikarenakan cahaya matahari pada siang hingga sore hari sangatlah terik dan panas. Bentuk atap yang miring dan bertumpu pada satu sisi akan mengurangi perlindungan terhadap sisi bagian atap yang lebih tinggi. Siasati dengan perpanjang sisi atas atap yang lebih tinggi.

3. Atap Pelana
Bentuk atap ini berbentuk seperti huruf “v” terbalik dengan kemiringan 30-40 derajat pada tiap-tiap sisinya. Bentuk atap ini banyak menjadi pilihan orang, khususnya di Indonesia. Kemiringan bentuk atap ini berakibat positif pada sirkulasi udara sehingga panas matahari dapat tereduksi dengan baik. Hal ini dikarenakan tercukupinya ruang antara atap dan ruang dibawahnya. Dengan kemiringan dan bentuk segitiga pada atap dapat mengurangi resiko kebocoran, karena air hujan dapat mengalir dengan baik langsung ke tanah. Namun, dengan adaanya gunungan pada puncak pertemuan kedua sisi atap atau karpus menjadi kendala tersendiri. Selain mudah terekspos matahari juga mudah retak akibat tiupan angin kencang. Maka, harus disiasati dengan penggunaan lapisan waterproof pada bagian gunungan ini.

4. Atap Perisai
Jenis atap ini merupakan pengembangan dari atap pelana, dengan sudut 30-40 derajat dan terbentuk dari 2 bidang segitiga dan 2 bidang trapesium. Kemiringan masing-masing sisi atap berbeda-beda tergantung dengan bahan penutup atap yang digunakan. Karena semua sisi atap miring menjadikan semua dinding luar bangunan rumah minimalis Anda terlindungi dari air hujan. Selain itu arah angin juga akan dibelokkan ke atas sehingga dapat mengurangi resiko kebocoran pada atap rumah Anda.

5. Atap Datar

Jenis atap ini banyak dijumpai pada bangunan rumah di iklim subtropis dengan tingkat curah hujan yang rendah. Pada umumnya jenis atap ini terbuat dari beton dengan teknik pengecoran. Namun dalam perkembangannya, agar lebih praktis banyak yang menggunakan bahan dari polycarbonate.

Bentuk atap datar yang praktis dengan kemiringan 2derajat, sehingga lebih mudah dalam pembuatan rangka atap. Bentuknya yang hampir datar menjadikan jenis atap ini dapat diaplikasikan dengan jenis atap yang lain. Bahkan areal di atas atap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ruang yang diperlukan lainnya, seperti taman, balkon dan lainnya.

Bentuknya yang datar juga menjadi kendala ketika terjadi hujan. Resiko kebocoran akibat genangan air di atas atap dapat terjadi. Oleh karena itu, pastikan kemiringannya 2derajat sehingga air dapat mengalir langsung ke saluran pembuangan air. Sirkulasi udara juga akan terasa lebih panas pada ruangan di bawah atap, karena bahan atap yang ternbuat dari beton kurang mampu menyerap panas. Siasati dengan membuat ruang antara plafon dengan atap kurang lebih 30-50 cm.

3. Pilih jenis bahan atap yang tepat

Beberapa jenis bahan atap banyak tersedia untuk Anda yang ingin membuat bangunan rumah minimalis. Mulai dari bahan genteng yang terbuat dari tanah liat, asbes, keramik, metal, aspal, kaca, maupun dari bahan fiber. Masing-masing bahan tersebut juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Apakah bahan-bahan tersebut dapat menyerap panas dengan baik atau tidak? Tanah liat, asbes dan keramik merupakan bahan atap yang dapat menyerap panas dengan baik, sedangkan sisanya kurang begitu baik menyerap panas.

4. Finishing

Finishing atau teknik pewarnaan pada atap juga penting untuk diperhatikan. Dalam hal ini juga perlu kombinasi warna yang tepat antara warna atap dengan dinding. Anda bisa menyesuaikan warna atap dengan warna dinding rumah minimalis Anda. Gunakan warna yang lebih gelap untuk atap rumah Anda dibandingkan dengan warna dinding rumah minimalis Anda.

5. Sesuaikan dengan Biaya

Masalah pembiayaan tentunya menjadi modal awal dalam setiap Anda memulai untuk membangun rumah impian Anda. Jika ingin desain atap minimalis mempunyai kontruksi yang rumit dengan bahan yang berkualitas, tentu saja siap untuk merogoh kocek lebih dalam. Tidak cukup hanya biaya yang mahal, namun tanpa perencanaan biaya yang cermat dan tepat hasil yang Anda inginkan mungkin akan jauh dari harapan. Inti dari desain atap minimalis adalah perencaan sesuai dengan fungsi tanpa meninggalkan seni bangun rumah.

Dari beberapa gambaran tersebut, setidaknya Anda dapat memulai memilih desain atap rumah minimalis modern Anda dengan baik. Baca juga informasi tentang Desain Taman Rumah Minimalis dan Desain Pagar Rumah Minimalis Terbaru dari kami. Semoga informasi diatas beramanfaat untuk menambah inspirasi dalam memilih Desain Atap Rumah Minimalis.

tags: , , , , , , , , , , ,